puisi “enam satu tahun” adalah hadiah untuk ibu kandungku tercinta yang bertambah usia ke-61 tahun. 21 januari 2013
wirol haurissa
ENAM SATU TAHUN
ibu, enam satu puisimu sulit aku baca
tapi hurufnya bisa menembus jatungku
beberapa menyerupai enam satu musim
sebagian menjadi bunga-bunga hujan
tanah, rimba, ombak, arus dan lautan
serupa asin garam
yang tebalnya 61 cm
tak tawar
tak pura-pura
tak berberaian
serupa doa ikan-ikan
pada nelayan.
pada batu-batu
pada usia-usia
pada tahun-tahun
enam satu puisimu adalah kesucian
dia menumpuk cinta di kedua retina matamu
suamimu memberi nama, bilangan-bilangan kasih
yang agung dan paling puitis, paling cantik
paling sastrawi, paling bersahaja
ibu, aku jatuh cinta pada ceritamu
tentang enam satu cahayamu
enam satu puisi langitmu
enam satu puisi lautmu
enam satu puisi doamu
enam satu puisi itu ibu, punya roh
di tempatkan pada setiap huruf
dibacakan enam satu baris
di enam satu musim
di enam satu tahun
Ambon, 21 Januari 2013
wirol haurissa
ENAM SATU TAHUN
ibu, enam satu puisimu sulit aku baca
tapi hurufnya bisa menembus jatungku
beberapa menyerupai enam satu musim
sebagian menjadi bunga-bunga hujan
tanah, rimba, ombak, arus dan lautan
serupa asin garam
yang tebalnya 61 cm
tak tawar
tak pura-pura
tak berberaian
serupa doa ikan-ikan
pada nelayan.
pada batu-batu
pada usia-usia
pada tahun-tahun
enam satu puisimu adalah kesucian
dia menumpuk cinta di kedua retina matamu
suamimu memberi nama, bilangan-bilangan kasih
yang agung dan paling puitis, paling cantik
paling sastrawi, paling bersahaja
ibu, aku jatuh cinta pada ceritamu
tentang enam satu cahayamu
enam satu puisi langitmu
enam satu puisi lautmu
enam satu puisi doamu
enam satu puisi itu ibu, punya roh
di tempatkan pada setiap huruf
dibacakan enam satu baris
di enam satu musim
di enam satu tahun
Ambon, 21 Januari 2013

0 komentar: