enam satu tahun
02.23 | Author: syair wirol
puisi “enam satu tahun” adalah hadiah untuk ibu kandungku tercinta yang bertambah usia ke-61 tahun. 21 januari 2013  

wirol haurissa
ENAM SATU TAHUN 

ibu, enam satu puisimu sulit aku baca
tapi hurufnya bisa menembus jatungku
beberapa menyerupai enam satu musim
sebagian menjadi bunga-bunga hujan
tanah, rimba, ombak, arus dan lautan

serupa asin garam
yang tebalnya 61 cm
tak tawar
tak pura-pura
tak berberaian

serupa doa ikan-ikan
pada nelayan.
pada batu-batu
pada usia-usia
pada tahun-tahun

enam satu puisimu adalah kesucian
dia menumpuk cinta di kedua retina matamu
suamimu memberi nama, bilangan-bilangan kasih
yang agung dan paling puitis, paling cantik
paling sastrawi, paling bersahaja

ibu, aku jatuh cinta pada ceritamu
tentang enam satu cahayamu
enam satu puisi langitmu
enam satu puisi lautmu
enam satu puisi doamu

enam satu puisi itu ibu, punya roh
di tempatkan pada setiap huruf
dibacakan enam satu baris
di enam satu musim
di enam satu tahun

Ambon, 21 Januari 2013
|
This entry was posted on 02.23 and is filed under . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

0 komentar: