"delapan puisi januari"
wirol haurissa
BARIS-BARIS OMBAK
di setiap baris ombak
beta sandarkan dayung di tepi karang
beta berharap ikan-ikan menyukai jaring
nelayan jatuh cinta pada kail
beta berharap sioh sayang e
keluhan di atas lautan
tenggelam dalam-dalam
supaya para nelayan terus berlayar
di atas arus-arus yang kalah
di setiap baris-baris ombak yang rata
beta dayung sekuat karang
Ambon, 4 Januari 2013
***
wirol haurissa
BEBERAPA SAJAK
memang benar beberapa sajak
telah menjadi sebuah rumah
telah di sulam di kertas
memang benar beberapa sajak
pagi-pagi ada tertulis matahari
tapi hanya itu yang tersangkut di pikiran
"memang benar beberapa sajak"
Ambon, 15 Januari 2013
***
wirol haurissa
KEBENARAN
kebanaran itu
semakin benar
dalam kertas
dalam tulisan
benar, benar kertas tertulis
Ambon, 12 Januari 2013
***
wirol haurissa
SUMPAH
sebisanya beta bermuara saja
di sebuah langit yang amat setia
langit muda tempat mengaku
beta bersumpah
beta adalah sumpah
walau diucapkan dengan darah
beta tetap bersumpah
langit tetap setia
beta adalah sumpah
Ambon, 18 Januari 2013
***
wirol haurissa
SORE DI PULAUMU
barangkali sore bagini
suara ukulele lembab
di pulaumu
senarnya rimbun
menjelma jadi lembah
ini pulaumu
ini tana rimbun
barangkali tujuh hari lalu
beta belayar bebas
dengan layar-layar puisi
barangkali supaya bisa lia ale
iris mayang kalapa
rupanya ale manis sageru pertama
ini pulaumu
ini tanah rimbu
buat musim begitu lembut
tana ini subur
barangkali sore bagini
beta lembab di lembah pulaumu
Ambon, 22 Januari 2013
***
wirol haurissa
HARI INI AKU GILA
sejak doa dikatakan gila
aku kira bukan terpaksa
hanya rangkaian kata
kataku pada tuhan
yang digambarkan dalam doa
tuhanku tuhanku
kau maha langit
kau maha lautan
sehingga katamu
hari ini aku gila
Ambon, 28 Januari 2013
***
wirol haurissa
BADAI
dan rajinnya angin
membuang dirinya ke barat
hujan pun miring ke laut
lalu dia turun dengan ujung berbeda
lalu dia membuat perahu kandas
dengan layar menuju ke darat
Ambon, 29 Januari 2013
***
wirol haurissa
MANTRA SAGU
hutan sagu
batang sagu
sagu semua sagu
biarkan sagu semua asalku
tanah manis
seratnya manis
manis semua manis
biartkan manis semua asalku
asalku sagu
tanahku manis
hutan semua sagu
biarkan makan semua tanahku
“ruah, mo, yang, ku”
Ambon, 31 Januari 2013
wirol haurissa
BARIS-BARIS OMBAK
di setiap baris ombak
beta sandarkan dayung di tepi karang
beta berharap ikan-ikan menyukai jaring
nelayan jatuh cinta pada kail
beta berharap sioh sayang e
keluhan di atas lautan
tenggelam dalam-dalam
supaya para nelayan terus berlayar
di atas arus-arus yang kalah
di setiap baris-baris ombak yang rata
beta dayung sekuat karang
Ambon, 4 Januari 2013
***
wirol haurissa
BEBERAPA SAJAK
memang benar beberapa sajak
telah menjadi sebuah rumah
telah di sulam di kertas
memang benar beberapa sajak
pagi-pagi ada tertulis matahari
tapi hanya itu yang tersangkut di pikiran
"memang benar beberapa sajak"
Ambon, 15 Januari 2013
***
wirol haurissa
KEBENARAN
kebanaran itu
semakin benar
dalam kertas
dalam tulisan
benar, benar kertas tertulis
Ambon, 12 Januari 2013
***
wirol haurissa
SUMPAH
sebisanya beta bermuara saja
di sebuah langit yang amat setia
langit muda tempat mengaku
beta bersumpah
beta adalah sumpah
walau diucapkan dengan darah
beta tetap bersumpah
langit tetap setia
beta adalah sumpah
Ambon, 18 Januari 2013
***
wirol haurissa
SORE DI PULAUMU
barangkali sore bagini
suara ukulele lembab
di pulaumu
senarnya rimbun
menjelma jadi lembah
ini pulaumu
ini tana rimbun
barangkali tujuh hari lalu
beta belayar bebas
dengan layar-layar puisi
barangkali supaya bisa lia ale
iris mayang kalapa
rupanya ale manis sageru pertama
ini pulaumu
ini tanah rimbu
buat musim begitu lembut
tana ini subur
barangkali sore bagini
beta lembab di lembah pulaumu
Ambon, 22 Januari 2013
***
wirol haurissa
HARI INI AKU GILA
sejak doa dikatakan gila
aku kira bukan terpaksa
hanya rangkaian kata
kataku pada tuhan
yang digambarkan dalam doa
tuhanku tuhanku
kau maha langit
kau maha lautan
sehingga katamu
hari ini aku gila
Ambon, 28 Januari 2013
***
wirol haurissa
BADAI
dan rajinnya angin
membuang dirinya ke barat
hujan pun miring ke laut
lalu dia turun dengan ujung berbeda
lalu dia membuat perahu kandas
dengan layar menuju ke darat
Ambon, 29 Januari 2013
***
wirol haurissa
MANTRA SAGU
hutan sagu
batang sagu
sagu semua sagu
biarkan sagu semua asalku
tanah manis
seratnya manis
manis semua manis
biartkan manis semua asalku
asalku sagu
tanahku manis
hutan semua sagu
biarkan makan semua tanahku
“ruah, mo, yang, ku”
Ambon, 31 Januari 2013
