delapan puisi januari
17.54 | Author: syair wirol
"delapan puisi januari"


wirol haurissa
BARIS-BARIS OMBAK

di setiap baris ombak
beta sandarkan dayung di tepi karang
beta berharap ikan-ikan menyukai jaring
nelayan jatuh cinta pada kail
beta berharap sioh sayang e
keluhan di atas lautan
tenggelam dalam-dalam
supaya para nelayan terus berlayar
di atas arus-arus yang kalah
di setiap baris-baris ombak yang rata
beta dayung sekuat karang

Ambon, 4 Januari 2013


***
wirol haurissa
BEBERAPA SAJAK

memang benar beberapa sajak
telah menjadi sebuah rumah
telah di sulam di kertas

memang benar beberapa sajak
pagi-pagi ada tertulis matahari
tapi hanya itu yang tersangkut di pikiran

"memang benar beberapa sajak"

Ambon, 15 Januari 2013

***
wirol haurissa
KEBENARAN

kebanaran itu
semakin benar
dalam kertas
dalam tulisan
benar, benar kertas tertulis

Ambon, 12 Januari 2013


***
wirol haurissa
SUMPAH

sebisanya beta bermuara  saja
di sebuah langit yang amat setia
langit muda tempat mengaku
beta bersumpah
beta adalah sumpah
walau diucapkan dengan darah
beta tetap bersumpah
langit tetap setia
beta  adalah sumpah

Ambon, 18 Januari 2013


***
wirol haurissa
SORE DI PULAUMU

barangkali sore bagini
suara ukulele lembab
di pulaumu
senarnya rimbun
menjelma jadi lembah
ini pulaumu
ini tana rimbun
barangkali tujuh hari lalu
beta belayar bebas
dengan layar-layar puisi
barangkali supaya bisa lia ale
iris mayang kalapa
rupanya ale manis sageru pertama
ini pulaumu
ini tanah rimbu
buat musim begitu lembut 
tana ini subur
barangkali sore bagini
beta lembab di lembah pulaumu

Ambon, 22 Januari 2013


***
wirol haurissa
HARI INI AKU GILA

sejak doa dikatakan gila
aku kira bukan terpaksa
hanya rangkaian kata
kataku pada tuhan
yang digambarkan dalam doa

tuhanku tuhanku
kau maha langit
kau maha lautan
sehingga katamu
hari ini aku gila

Ambon, 28 Januari 2013


***
wirol haurissa
BADAI

dan rajinnya angin
membuang dirinya ke barat
hujan pun miring ke laut
lalu dia turun dengan ujung berbeda
lalu dia membuat perahu kandas
dengan layar menuju ke darat

Ambon, 29 Januari 2013


***
wirol haurissa
MANTRA SAGU

hutan sagu
batang sagu
sagu semua sagu
biarkan sagu semua asalku

tanah manis
seratnya manis
manis semua manis
biartkan manis semua asalku

asalku sagu
tanahku manis
hutan semua sagu
biarkan makan semua tanahku

“ruah, mo, yang, ku”

Ambon, 31 Januari 2013
|
This entry was posted on 17.54 and is filed under . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

0 komentar: